Rabu, 10 Agustus 2016

Menjadi Yang Terbaik Dalam Hidup Ini


Kebaikan adalah sebuah kata yang mencakup segala yang dimanfaatkan oleh manusia, dan kebaikan berada di tangan Allah Yang menguasai Kerajaan. Allah SWT berfirman :
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai Kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut Kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Ali Imron: 26).
Seluruh kebaikan yang diperoleh dari sisi para hamba kalau bukan karena Allah SWT yang memberikan mereka kemampuan untuk meraihnya dan membimbing mereka maka mereka tidak akan mampu meraihnya.
Mengerjakan kebajikan adalah tugas para nabi dan merupakan ciri orang-orang yang beruntung. Allah SWT berfirman :
وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ.
“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada kamilah mereka selalu menyembah.” (QS. Al-Anbiyaa: 73).
Dan perbuatan kebajikan mengantarkan kepada istiqomahnya kehidupan individu dan masyarakat. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS. Al-Hajj: 77).
Seorang mukmin janganlah meremehkan kebaikan sedikit dan sekecil apapun. Allah SWT berfirman:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ.
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah: 7).
Seorang muslim meraih keterbaikan dengan menuntut ilmu syar’i dan mendalaminya. Nabi Muhammad SAW bersabda :
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya maka Allah memahamkannya agama.”
Diantara keterbaikan lainnya adalah mengagungkan perkara-perkara yang terhormat di sisi Allah. Allah SWT berfirman :
ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِ
“Demikianlah (perintah Allah). dan Barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah.” (QS. Al-Hajj: 30).
Dan perkara-perkara yang terhormat di sisi Allah adalah hak-hak Allah SWT. dan menjalankan hak Rasulullah SAW. Termasuk mengagungkan hal-hal yang dimuliakan Allah SWT ialah tidak menganggap remeh dosa-dosa kecil. Rasulullah SAW  bersabda :
إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ فإنهن يحتمعن على الرجل حتى يهلكنه
Janganlah kalian anggap remeh dosa-dosa kecil, sebab dosa-dosa kecil tersebut terkumpul pada diri seseorang, hingga membinasakannya.” (HR. Ahmad).
Termasuk keterbaikan bagi seorang mukmin ialah berhias diri dengan akhlak yang mulia. Rasulullah SAW bersabda:
خِيَارَكُمْ أَحَسنُكُمْ أَخْلاَقًا المُوَطّئوْنَ أكتافًا
“Orang-orang pilihan di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya serta yang membentangkan bahunya”.
Artinya orang yang baik mudah bergaul, rendah hati sehingga orang lain merasa nyaman bersahabat dengannya dan tidak terganggu. Termasuk keterbaikan lain adalah memberi manfaat kepada sesama dan melayani mereka. Rasulullah SAW bersabda :
خَيْرُ النّاسِ أنْفَعُهُمْ لِلنّاسِ
“Sebaik-baik manusia ialah yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain.” (HR. Thabrani).
Memberi manfaat kepada siapapun manusia; termasuk didalamnya menyenangkan hati sesama kaum muslimin, dengan berkunjung dan memberi hadiah, memuliakan anak-anaknya, memberikan makanan dan menghilangkan penderitaan kaum muslimin.
Rasulullah SAW pernah ditanya: Siapakah orang yang paling baik? Beliau SAW menjawab:
ذُوْ الْقَلْبِ الْمَخْمُوْمِ وَاللِّسَانِ الصَّادِقِ
“Orang yang berhati bersih dan tutur kata yang benar.” (HR. Ibnu Majah).
Kemudian bersegera berbuat kebajikan, tidak merasa berat, bermalas-malas menjalankannya merupakan ciri khas orang-orang yang shalih. Allah SWT berfirman:
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan.” (QS. Al-Baqara: 148).
Termasuk tanda-tanda keterbaikan, usia panjang disertai amal perbuatan yang baik. Diriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu’ :
ألا أخبركم بخياركم ؟ قالوا بلى يا رسول الله ، قال  أطولكم أعمارا وأحسنكم أخلاقا
“Maukah kamu aku beritahu tentang orang-orang pilihan di antara kamu? Mereka menjawab: Tentu Ya Rasulallah! Beliau bersabda: “Orang yang paling panjang usianya di antara kamu dan yang paling baik akhlaknya.” (HR. Al-Hakim dan Ibnu Hibban dalam shahihnya).****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar